Social Icons

Pages

Tampilkan postingan dengan label (J.R.R. TOLKIEN) THE LORD OF THE RING 3: KEMBALINYA SANG RAJA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label (J.R.R. TOLKIEN) THE LORD OF THE RING 3: KEMBALINYA SANG RAJA. Tampilkan semua postingan

(J.R.R. TOLKIEN) THE LORD OF THE RING 3: KEMBALINYA SANG RAJA BUKU 6 BAB 9/9 GREY HAVENS

<<< SEBELUMNYA


Pembersihan itu memang makan waktu cukup lama, tapi tidak selama yang dikhawatirkan Sam. Sehari setelah pertempuran, Frodo naik kuda ke Michel Delving dan membebaskan para tawanan dari Lubang Penjara. Salah satu yang pertama mereka temukan adalah Fredegar Bolger malang, yang sudah bukan Fatty (Gendut) lagi. Ia ditangkap saat para bajingan membubarkan sekelompok pemberontak yang dipimpinnya keluar dari tempat persembunyian di Brockenbores di perbukitan Scary.

(J.R.R. TOLKIEN) THE LORD OF THE RING 3: KEMBALINYA SANG RAJA BUKU 6 BAB 8/9 PEMBERSIHAN DI SHIRE

<<< SEBELUMNYA


Sudah malam, para pengembara yang sudah basah dan letih tiba di Brandywine, dan mendapati jalan ditutup. Di setiap ujung Jembatan ada gerbang besar berpaku-paku; dan mereka melihat di sisi seberang sungai berdiri banyak rumah baru: berlantai dua dengan jendela-jendela sempit bersisi lurus, tampak kosong dan suram, semuanya sangat muram dan sama sekali tidak bergaya Shire.

(J.R.R. TOLKIEN) THE LORD OF THE RING 3: KEMBALINYA SANG RAJA BUKU 6 BAB 7/9 PULANG

<<< SEBELUMNYA

Akhirnya para hobbit pun menempuh perjalanan pulang. Mereka sudah tak sabar ingin melihat Shire lagi; tapi pada mulanya mereka melaju lambat, karena hati Frodo terasa tidak enak. Ketika mereka sampai di Ford Bruinen, Ia berhenti, dan kelihatannya enggan masuk ke arungan sungai; mereka memperhatikan bahwa selama beberapa saat ia seakan-akan tidak melihat mereka atau hal-hal lain di sekitarnya.

(J.R.R. TOLKIEN) THE LORD OF THE RING 3: KEMBALINYA SANG RAJA BUKU 6 BAB 6/9 PERPISAHAN

<<< SEBELUMNYA


Ketika masa bergembira sudah berakhir, para Sahabat mulai berpikir untuk kembali ke rumah masing-masing. Lalu Frodo mendatangi Raja ketika Ia sedang duduk bersama Ratu Arwen dekat air mancur, dan Arwen sedang menyanyikan lagu dari Valinor, sementara Pohon tumbuh dan berkembang. Mereka menyambut Frodo dan bangkit untuk menyalaminya; dan Aragorn berkata, "Aku sudah tahu apa yang ingin kaukatakan, Frodo: kau ingin kembali ke rumahmu sendiri. Nah, sahabatku tersayang, sebatang pohon selalu tumbuh paling bagus di negeri nenek moyangnya; tapi negeri-negeri di Barat akan selalu menyambutmu. Dan meski dulu bangsamu tidak banyak mencicipi kemasyhuran dalam legenda orang-orang hebat, kini mereka akan lebih termasyhur daripada banyak negeri lain yang lebih besar, yang sekarang sudah tak ada."

(J.R.R. TOLKIEN) THE LORD OF THE RING 3: KEMBALINYA SANG RAJA BUKU 6 BAB 5/9 PEJABAT ISTANA DAN RAJA

<<< SEBELUMNYA


Kebimbangan dan kengerian besar merundung Gondor selama itu. Cuaca bagus dan matahari cerah serasa mengejek orang-orang yang sudah tak punya banyak harapan, yang setiap pagi menanti kabar tentang bencana. Penguasa mereka mati terbakar, Raja Rohan juga terbaring mati di benteng mereka, dan raja baru yang datang pada mereka sudah pergi lagi ke medan perang, melawan kekuatan yang terlalu gelap dan dahsyat untuk ditaklukkan. Tak ada kabar berita sedikit pun. Setelah pasukan meninggalkan Lembah Morgul dan mengambil jalan ke utara di bawah bayangan pegunungan, belum ada utusan yang kembali, tak ada selentingan apa pun tentang peristiwa di Timur yang dipenuhi rencana jahat.

(J.R.R. TOLKIEN) THE LORD OF THE RING 3: KEMBALINYA SANG RAJA BUKU 6 BAB 4/9 PADANG CORMALLEN

<<< SEBELUMNYA

Di mana-mana di perbukitan, pasukan-pasukan Mordor mengamuk. Para Kapten dari Barat tenggelam dalam lautan yang semakin besar.
Matahari bersinar merah, dan di bawah sayap para Nazgul, bayangan kematian yang gelap jatuh ke tanah. Aragorn berdiri di bawah panjinya, diam dan teguh, seperti orang merenungi hal-hal yang sudah lama berlalu atau berada sangat jauh; tapi matanya bersinar bagai bintang yang semakin terang kala malam semakin kelam. DI puncak bukit berdiri Gandalf, putih dan dingin, tak ada bayang-bayangan menimpanya.

(J.R.R. TOLKIEN) THE LORD OF THE RING 3: KEMBALINYA SANG RAJA BUKU 6 BAB 3/9 GUNUNG MAUT

<<< SEBELUMNYA


Sam meletakkan jubah Orc-nya yang koyak-koyak di bawah kepala majikannya, dan menyelimuti mereka berdua dengan jubah kelabu dari Lorien; pada saat yang sama, pikirannya menerawang ke negeri nun jauh di sana, kepada Peri-Peri; Ia berharap kain yang ditenun Peri-Peri itu bisa menyembunyikan mereka, meski hampir tak ada harapan lagi dalam belantara mengerikan ini. Ia mendengar suara perkelahian dan teriakan-teriakan mereda saat pasukan-pasukan itu masuk ke Isenmouthe. Rupanya dalam kekacauan dan campur-aduknya aneka ragam pasukan, kepergian mereka tidak ketahuan, setidaknya belum.

(J.R.R. TOLKIEN) THE LORD OF THE RING 3: KEMBALINYA SANG RAJA BUKU 6 BAB 2/9 NEGERI BAYANG - BAYANG

<<< SEBELUMNYA

Sam belum kehilangan akal. Ia cepat-cepat memasukkan kembali tabung kaca itu ke balik bajunya.
"Lari, Mr. Frodo!" teriaknya.
"Tidak, jangan ke sana! Ada jurang curam di luar tembok. Kemari, ikuti aku!" Dari gerbang mereka lari di jalan yang membentang. Dalam lima puluh langkah, dengan satu kelokan yang menikung tajam menyusuri sebuah tonjolan kubu batu karang, jalan itu membawa mereka keluar dari jarak pandang Menara. Untuk sementara mereka lolos. Sambil gemetaran mereka bersandar ke batu karang, menarik napas dalam, lalu masing-masing mencengkeram dada. Kini Nazgul yang bertengger di atas tembok samping gerbang yang runtuh meneriakkan jeritan-jeritan mautnya. Semua batu karang pun bergema.

(J.R.R. TOLKIEN) THE LORD OF THE RING 3: KEMBALINYA SANG RAJA BUKU 6 BAB 1/9 MENARA CIRITH UNGOL

<<< SEBELUMNYA

Sam bangkit dari lantai dengan susah payah, sambil menahan rasa sakit. Untuk beberapa saat Ia bingung di mana Ia berada, lalu Ia teringat kembali semua kesengsaraan dan keputusasaan yang dialaminya. Ia berada dalam gelap pekat, di luar gerbang bawah benteng Orc; pintunya yang terbuat dari kuningan tertutup rapat. Rupanya ia jatuh pingsan ketika membantingkan diri ke pintu itu; tapi berapa lama Ia sudah berbaring di situ, Ia tidak tahu. Saat itu hatinya panas, nekat, dan marah; sekarang Ia menggigil kedinginan. Ia merangkak ke arah pintu dan menempelkan telinganya ke situ.

(J.R.R. TOLKIEN) THE LORD OF THE RING 3: KEMBALINYA SANG RAJA BUKU 5 BAB 10/10 GERBANG HITAM TERBUKA

<<< SEBELUMNYA


Dua hari kemudian pasukan Barat sudah berkumpul di Pelennor. Pasukan-pasukan Orc dan Easterling sudah kembali dari Anorien, tapi karena mereka dikejar dan tercerai berai oleh kaum Rohirrim, akhirnya mereka bubar dan lari tanpa banyak perlawanan ke Cair Andros; dengan dihancurkannya ancaman itu dan adanya pasukan baru dari Selatan, Kota mempunyai pertahanan kuat. Para pengintai melaporkan bahwa tak ada musuh tertinggal di jalan jalan ke arah timur, sampai sejauh persimpangan jalan Raja jatuh. kini semuanya sudah siap untuk lemparan dadu terakhir.

(J.R.R. TOLKIEN) THE LORD OF THE RING 3: KEMBALINYA SANG RAJA BUKU 5 BAB 9/10 PERBINCANGAN TERAKHIR

<<< SEBELUMNYA
Pagi setelah pertempuran ternyata cerah, dengan awan-awan ringan dan angin yang bertiup ke arah barat. Legolas dan Gimli sudah bangun pagi-pagi sekali, dan minta izin masuk ke Kota; mereka sudah tak sabar ingin bertemu Merry dan Pippin.

(J.R.R. TOLKIEN) THE LORD OF THE RING 3: KEMBALINYA SANG RAJA BUKU 5 BAB 8/10 RUMAH PENYEMBUHAN

<<< SEBELUMNYA
Mata Merry dipenuhi kabut air mata dan kelelahan ketika mereka mendekati reruntuhan Gerbang Minas Tirith. Ia hampir tidak memperhatikan puing-puing dan mayat-mayat yang bergelimpangan di mana-mana. Api, asap, dan bau busuk menggantung di udara; sebab banyak alat-alat perang yang dibakar atau dibuang ke dalam api, juga banyak mayat dari mereka yang tewas, sementara di sana-sini menggeletak bangkai-bangkai hewan besar Southron yang mengerikan, setengah terbakar, atau mati kena lemparan batu, atau ditembak matanya oleh pemanah-pemanah berani dari Morthond. Hujan deras sudah reda untuk sementara, dan matahari bersinar di atas; tapi kota bagian bawah masih terselubung asap berbau busuk.

(J.R.R. TOLKIEN) THE LORD OF THE RING 3: KEMBALINYA SANG RAJA BUKU 5 BAB 7/10 API DENETHOR

<<< SEBELUMNYA
Ketika bayangan gelap di Gerbang sudah pergi, Gandalf masih duduk tak bergerak. Tapi Pippin bangkit berdiri, seakan-akan sebuah beban berat sudah diangkat dari pundaknya; Ia berdiri sambil mendengarkan bunyi terompet, dan hatinya serasa akan pecah oleh kegembiraan mendengar bunyi itu. Hingga bertahun-tahun sesudahnya Ia selalu merasa terharu jika mendengar bunyi terompet di kejauhan. Tapi kini tibatiba Ia teringat kembali akan tugasnya, dan ia berlari maju. Saat itu Gandalf bergerak dan berbicara pada Shadowfax, dan sudah akan pergi keluar Gerbang.

(J.R.R. TOLKIEN) THE LORD OF THE RING 3: KEMBALINYA SANG RAJA BUKU 5 BAB 6/10 PERTEMPURAN DI PADANG PELENNOR

<<< SEBELUMNYA


Tapi bukan pemimpin Orc atau Orc perampok yang memimpin serbuan ke Gondor. Kegelapan terlalu cepat sirna, sebelum waktu yang ditentukan sang Penguasa untuk sementara nasib telah mengkhianatinya, dan dunia sudah berbalik menentangnya; kemenangan luput dari tangan yang sedang diulurkannya. Tapi panjang nian tangannya. Ia masih berkuasa, mempunyai kekuatan besar. Raja, Hantu Cincin, Penguasa Nazgul, Ia punya banyak senjata. Ia meninggalkan Gerbang dan pergi.

(J.R.R. TOLKIEN) THE LORD OF THE RING 3: KEMBALINYA SANG RAJA BUKU 5 BAB 5/10 PERJALANAN KAUM ROHIRRIM

<<< SEBELUMNYA


Hari sudah gelap, dan Merry tak bisa melihat apa pun, ketika ia berbaring di tanah, berselubung selimut; meski malam itu tak ada angin, di sekitarnya pohon-pohon tersembunyi mengeluh perlahan. Ia mengangkat kepala. Lagi-lagi didengarnya suara itu: bunyi sayup-sayup seperti genderang di bukit berhutan dan di lereng gunung. Dentaman itu berhenti tiba-tiba, lalu mulai lagi di tempat lain, kadang lebih dekat, kadang lebih jauh. Ia bertanya dalam hati, apakah para penjaga juga mendengarnya. la tak bisa melihat mereka, tapi Ia tahu bahwa di sekitarnya ada pasukan-pasukan Rohirrim. Ia bisa mencium bau kuda-kuda dalam gelap, bisa mendengar gerak-gerik dan entakan lembut kaki mereka di tanah yang dipenuhi jarum cemara. Pasukan berkemah di hutan pinus yang bergerombol di sekitar Mercu Suar Eilenach, sebuah bukit tinggi yang menjulang di atas punggung-punggung panjang Hutan Druadan yang berdiri di samping jalan besar di Anorien Timur.

(J.R.R. TOLKIEN) THE LORD OF THE RING 3: KEMBALINYA SANG RAJA BUKU 5 BAB 4/10 PENYERBUAN GONDOR

<<< SEBELUMNYA



Pippin dibangunkan oleh Gandalf. Di kamar mereka lilin-lilin dinyalakan, sebab hanya cahaya redup senja yang masuk dari jendela-jendela; udara pengap, seakan-akan halilintar sedang mendekat.
"Jam berapa sekarang?" kata Pippin sambil menguap.
"Sudah lewat jam kedua," kata Gandalf "Sudah saatnya bangun dan berpakaian pantas. Kau dipanggil Penguasa Kota untuk diberitahu tugastugas barumu."

(J.R.R. TOLKIEN) THE LORD OF THE RING 3: KEMBALINYA SANG RAJA BUKU 5 BAB 3/10 APEL SIAGA DI ROHAN

<<< SEBELUMNYA


Kini semua jalan bergabung di Timur untuk menyongsong datangnya perang dan serbuan Bayang-Bayang. Ketika Pippin berdiri di Gerbang Agung di Kota dan melihat Pangeran Dol Amroth masuk dengan panji-panjinya, pada saat bersamaan Raja Rohan keluar dari perbukitan.

(J.R.R. TOLKIEN) THE LORD OF THE RING 3: KEMBALINYA SANG RAJA BUKU 5 BAB 2/10 KEBERANGKATAN ROMBONGAN KELABU

<<< SEBELUMNYA


Gandalf sudah pergi, dan bunyi derap kaki Shadowfax sudah lenyap ditelan malam, ketika Merry kembali ke sisi Aragorn. Barang bawaannya hanya sedikit, karena Ia kehilangan ranselnya di Parth Galen. Yang dimilikinya sekarang hanya beberapa benda berguna yang dipungutnya dari tengah reruntuhan Isengard. Hasufel sudah dipasangi pelana. Legolas dan Gimli berdiri di dekatnya bersama kuda mereka.
"Jadi, empat anggota Rombongan masih bersama-sama," kata Aragorn.
"Kita akan berkuda maju bersama. Tapi kita tidak akan sendirian, seperti yang kusangka. Raja sudah bertekad berangkat segera. Sejak kedatangan bayangan bersayap, dia ingin kembali ke perbukitan di bawah lindungan kegelapan malam."

(J.R.R. TOLKIEN) THE LORD OF THE RING 3: KEMBALINYA SANG RAJA BUKU 5 BAB 1/10 MINAS TIRITH

<<< SEBELUMNYA (SINOPSIS)
Pippin mengintip keluar dari balik jubah Gandalf. Hatinya bertanya-tanya, ini mimpi atau bukan. Ia serasa masih berada dalam mimpi yang meluncur cepat, yang telah menyelubunginya begitu lama sejak perjalanan berkuda ini dimulai. Dunia sekitar yang diselimuti kegelapan bagai mendesir lewat, angin menderu keras di telinganya. Ia tak bisa melihat apa pun kecuali bintang-bintang yang bergulir. Di sebelah kanannya bayangan-bayangan besar menutupi langit, dan pegunungan Selatan berderap melewatinya. Sambil terkantuk-kantuk dicobanya merangkai kembali berbagai peristiwa dalam perjalanan mereka, tapi ingatannya masih berkabut.

(J.R.R. TOLKIEN) THE LORD OF THE RING 3: KEMBALINYA SANG RAJA - SINOPSIS

Berikut ini bagian ketiga The Lord of The Rings.

Bagian pertama, The Fellowship of the Ring (Sembilan Pembawa Cincin), mengisahkan bagaimana Gandalf si Kelabu menemukan bahwa cincin yang dimiliki Frodo si Hobbit ternyata sebenarnya Cincin Utama, penguasa semua Cincin Kekuasaan. Di dalamnya diceritakan tentang pelarian Frodo dan pendamping-pendampingnya dari kampung halaman mereka yang damai di Shire, dikejar teror para Penunggang Hitam dari Mordor, sampai akhirnya, dengan bantuan Aragorn sang Penjaga Hutan dari Eriador, mereka tiba di Rumah Elrond di Rivendell setelah melewati bahaya-bahaya yang dahsyat.
Rapat Akbar Dewan Penasihat Elrond diadakan. Di sana diputuskan untuk mencoba menghancurkan Cincin Utama, dan Frodo ditunjuk sebagai Pembawa Cincin. Kemudian dipilihlah anggota-anggota kelompok Pembawa Cincin yang bertugas membantu Frodo dalam perjalanannya: sedapat mungkin pergi ke Gunung Api di Mordor, satu-satunya tempat Cincin itu bisa dimusnahkan. Sembilan Pembawa Cincin itu adalah: Aragorn, dan Boromir putra penguasa Gondor, mewakili Manusia; Legolas putra Raja Peri dari Mirkwood, sebagai wakil kaum Peri; Gimli putra Gloin dari Gunung Sunyi, sebagai wakil kaum Kurcaci; Frodo dengan pelayannya Samwise, dan kedua kerabatnya yang masih belia, Meriadoc dan Peregrin, wakil kaum Hobbit; serta Gandalf si Kelabu.
Para Pembawa Cincin melakukan perjalanan rahasia jauh dari Rivendell di Utara, sampai suatu saat mereka gagal dalam upaya melintasi puncak Caradhras di musim salju, lalu mereka dituntun oleh Gandalf melewati gerbang tersembunyi dan masuk ke Pertambangan Moria yang luas, sambil mencari jalan di bawah pegunungan. Di sana Gandalf jatuh ke dalam jurang gelap setelah bertempur dengan makhluk mengerikan dari neraka. Aragorn, yang ternyata putra mahkota Raja-Raja Barat zaman purba, kemudian memimpin rombongan itu keluar dari Gerbang Timur Moria, melewati negeri Peri, Lorien, dan mengarungi Sungai Anduin, sampai mereka tiba di Air Terjun Rauros. Mereka sudah menyadari bahwa perjalanan mereka dipantau mata-mata, dan makhluk mengenaskan bernama Gollum, yang pernah menjadi pemilik Cincin Utama dan masih mendambakannya, sedang mengikuti jejak mereka.
Tibalah saatnya mereka harus memutuskan apakah akan pergi ke timur, ke Mordor; atau pergi dengan Boromir untuk mendukung Minas Tirith, ibukota Gondor, dalam perang yang akan segera berkobar; atau saling memisahkan diri. Ketika ternyata Pembawa Cincin sudah bertekad melanjutkan perjalanannya yang nekat ke negeri sang Musuh, Boromir berusaha merebut Cincin dengan kekerasan. Bagian pertama berakhir dengan tergodanya Boromir oleh Cincin Utama; pelarian dan lenyapnya Frodo bersama pelayannya Samwise; dan tercerai-berainya sisa rombongan Pembawa Cincin oleh serangan mendadak pasukan Orc, yang sebagian melayani Penguasa Gelap dari Mordor, dan sebagian lainnya adalah anak buah pengkhianat dari Isengard, Saruman. Perjalanan sang Pembawa Cincin rupanya sudah dibuyarkan oleh malapetaka.
Bagian kedua (Buku Tiga dan Empat), The Two Towers (Dua Menara), mengisahkan sepak-terjang masing-masing anggota rombongan setelah Sembilan Pembawa Cincin tercerai-berai. Buku Tiga menceritakan penyesalan dan kematian Boromir, serta penghanyutan jenazahnya dalam perahu yang dilepaskan mengarungi Air Terjun Rauros; tentang ditangkapnya Meriadoc dan Peregrin oleh pasukan Orc, yang membawa mereka ke Isengard melewati padang-padang timur Rohan; dan tentang pengejaran mereka oleh Aragorn, Legolas, dan Gimli.
Muncullah kemudian para Penunggang Kuda Rohan. Pasukan berkuda yang dipimpin Eomer sang Marsekal, mengepung pasukan Orc di perbatasan Hutan Fangorn, dan memusnahkan mereka; tapi kedua hobbit melarikan diri ke dalam hutan dan di sana mereka bertemu Treebeard si Ent, penguasa rahasia Fangorn. Ketika mendampinginya, kedua hobbit menyaksikan bangkitnya amarah bangsa Pohon dan perjalanan mereka ke Isengard.
Sementara itu Aragorn dan kawan-kawannya bertemu Eomer yang baru pulang dari pertempuran melatwan Orc. Eomer meminjami mereka kuda-kuda, dan mereka melanjutkan perjalanan ke hutan. Dalam perjalanan mencari kedua hobbit, mereka bertemu lagi dengan Gandalf yang sudah kembali dari kematian, dan kini menjadi Penunggang putih, namun masih terselubung jubah kelabu. Bersama Gandalf mereka melaju melintasi Rohan sampai ke balairung Raja Theoden dari Mark, di mana Gandalf menyembuhkan raja tua itu dan membebaskannya dari sihir Wormtongue, penasihatnya yang jahat, yang sebenarnya merupakan komplotan Saruman. Kemudian mereka maju bersama Raja dan pasukannya untuk bertempur melawan pasukan Isengard, dan ikut berperan dalam kemenangan tipis pertempuran di Homburg. Kemudian Gandalf menuntun mereka ke Isengard. Di sana mereka menemukan benteng megah itu sudah menjadi puing berkat bangsa Pohon, sedangkan Saruman dan Wormtongue terkepung dalam menara Orthanc yang masih gigih bertahan.
Dalam pembicaraan di depan pintu, Saruman menolak untuk menyerah, maka Gandalf memecatnya dan mematahkan tongkat sihirnya, meninggalkan Saruman di bawah pengawasan para Ent. Dari sebuah jendela tinggi Wormtongue melemparkan sebentuk batu ke arah Gandalf, namun tidak kena sasaran, dan batu itu dipungut oleh Peregrin. Ternyata itu salah satu dari tiga palantiri yang masih tersisa, Batu Penglihatan dari Numenor. Larut malam, Peregrin tergoda oleh Batu itu; ia mencurinya dan memandang ke dalamnya, sehingga terungkaplah dirinya di depan Sauron. Buku ketiga berakhir dengan kedatangan Nazgul yang melintas di atas padang Rohan. Hantu Cincin yang menunggang kuda terbang ini adalah pertanda perang akan segera dimulai. Gandalf menyerahkan palantir pada Aragorn, dan pergi ke Minas Tirith sambil membawa Peregrin.
Buku Keempat menceritakan Frodo dan Samwise yang kini tersesat di perbukitan gersang Emyn Mull. Dikisahkan bagaimana mereka lolos dari perbukitan, dan disusul oleh Smeagol-Gollum; dan bagaimana Frodo menjinakkan Gollum, bahkan hampir melenyapkan kekejiannya, sehingga Gollum mengantar mereka melintasi Rawa-Rawa Mati dan daratan-daratan yang telah rusak, sampai ke Morannon, Gerbang Hitam Negeri Mordor di Utara.
Ternyata mustahil bisa masuk lewat Gerbang itu, dan Frodo menerima saran Gollum: agar mencari "jalan masuk rahasia" yang diketahui Gollum, di sebelah selatan di Gunung Bayang-Bayang, di tembok-tembok barat Mordor. Dalam perjalanan ke sana, mereka ditawan pasukan pengintai bangsa Gondor yang dipimpin Faramir, adik Boromir. Faramir menemukan rahasia misi mereka, tapi Ia berhasil menolak godaan yang membuat Boromir takluk, dan ia melepas kepergian mereka pada tahap terakhir perjalanan mereka ke Cirith Ungol, Celah LabahLabah; ia memperingatkan mereka bahwa tempat itu penuh bahaya maut, yang belum diceritakan sepenuhnya oleh Gollum pada mereka.
Saat mereka sampai ke Persimpangan Jalan, dan mengambil arah menuju kota. Minas Morgul yang mengerikan, kegelapan besar keluar dari Mordor, menyelubungi seluruh daratan. Lalu Sauron mengirim pasukannya yang pertama, di bawah pimpinan Raja para Hantu Cincin: Perang Cincin sudah dimulai.
Gollum menuntun kedua hobbit menuju jalan rahasia yang menghindari Minas Morgul, dan dalam kegelapan akhirnya mereka sampai ke Cirith Ungol. Di sana Gollum kembali ke wataknya yang keji, dan berupaya mengkhianati kedua hobbit itu masuk dalam perangkap , penguasa celah tersebut, Shelob, makhluk yang mengerikan. Namun ia terhalang oleh kepahlawanan Samwise, yang menangkis serangan Shelob dan melukainya.
Bagian kedua berakhir dengan pilihan Samwise. Frodo, yang sudah disengat Shelob, tergeletak mati, atau begitulah kelihatannya: misi mereka terpaksa berakhir dengan malapetaka, atau Samwise harus meninggalkan majikannya. Akhirnya Sam mengambil Cincin dan berusaha melanjutkan sendirian misi yang tampaknya sia-sia itu. Tapi tepat saat Ia akan masuk ke daratan Mordor, beberapa Orc datang dari Minas Morgul dan turun dari menara Cirith Ungol yang berfungsi menjaga puncak celah. Dalam keadaan tidak tampak karena memakai Cincin, Samwise menguping percakapan para Orc bahwa Frodo bukan mati, tapi hanya pingsan. Namun sudah terlambat ketika ia mengejar mereka; para Orc menggotong tubuh Frodo ke terowongan yang menuju pintu belakang menara mereka. Samwise jatuh pingsan di depannya ketika pintu itu berdentang tertutup.
Buku ini, yang ketiga dan terakhir, akan menceritakan strategi pertarungan antara Gandalf dan Sauron, sampai ke bencana terakhir dan sirnanya kegelapan besar. Tapi mula-mula kita tinjau dulu kisah pertempuran di Barat.
BERSAMBUNG KE BAB 1/10
 
Blogger Templates